5.6.11

Takkan Pernah Mampu Membalas Jasa Orang Tua

Sobat, pernahkah dirimu merasakan apa yang sedang kurasakan saat ini? Rasa bersalah yang teramat sangat. jauh dari orang tua yang sekarang hanya tinggal berdua.Tak ada lagi putera-puteri yang tersisa. semuanya berada dalam radius yang sangat jauh, menempuh episode kehidupan masing-masing. Betapa sepinya mereka.

Sewaktu bayi, entah berapa kali kita mengganggu tidur nyenyak ayah yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Mungkin juga kotoran kita ikut tertelan Ibu ketika kita buang "pup" di saat ibu sedang makan. Ibu juga tidak peduli ketika teman-temannya marah karena membatalkan acara yang sangat penting karena tiba-tiba anaknya sakit. Kekhawatiran demi kekhawatiran tiada pernah henti mengunjungi mereka setiap kali kita melangkah.

Beranjak dewasa, betapa tabahnya ayah dan Ibu menerima pembangkangan demi pembangkangan yang kita lakukan. Mereka hanya bisa mengelus dada karena teman-teman di luar sana lebih berarti daripada mereka. Jarang sekali sekali kita mau menyisakan waktu untuk menyelami mimik wajah mereka yang penuh kecemasan ketika kita pulang telat karena ayah dan ibu selalu menyambut kita dengan senyum.

Sobat, pernahkah dirimu bangun tengah malam dan mendengar tangisan Ibu dalam doanya seperti yang pernah aku dengar? Tangisan dan doa itulah yang mengantar kesuksesan kita. Pernahkah kita tahu Ayah dan ibu terluka dan mengiba kepada Allah agar kita jangan dilaknat karena perbuatan dosa dan kesalahan-2 yang kita lakukan, agar Allah mau mengampuni kita dan memberikan kehidupan terbaik untuk kita?

Pernahkah kita berterimakasih ketika kita dapati ayah dan ibu berbicara berbisik-bisik karena takut membangunkan kita yang tertidur kelelahan? Pernahkah kita menghargai patah demi patah kata yang mereka susun sebaik mungkin untuk meminta maaf karena mereka tidak sengaja memecahkan atau merusak benda kesayangan hadiah ulang tahun dari teman kita? Pernahkah kita menyesal karena lupa menyertakan mereka di dalam doa?

Ah, Sobat, betapa tak sebanding cinta dan pengorbanan mereka dengan balasan kasih sayang
yang kita berikan. Setelah dewasa dan bisa "menghidupi" diri sendiri, kita masih bisa melenggang ringan meninggalkan mereka (mereka ikhlas asal kita bahagia).

Lalu...?
Mungkinkah kita bisa seperti Ismail yang merelakan dirinya disembelih ayah kandung demi menuruti perintah Allah? Atau seperti Musa yang dihanyutkan ketika bayi?

Ternyata kita masih sangat jauh...
Lalu bakti seperti apakah yang bisa kita persembahkan?

Sobat, bantu aku agar optimis!
Ya..! masih banyak waktu untuk membahagiakan mereka. Hal yang terkecil yang bisa kita lakukan adalah: tak mengatakan "tidak" ketika mereka menyuruh atau menginginkan sesuatu dan segera ambil alat komunikasi, hubungi mereka saat ini juga, sapa mereka dengan hangat,
pastikan nada suara kita bahagia!

Bahagiakan ayah, bahagiakan Ibu!
Mulai dari sekarang, selagi masih di beri kesempatan.

28 komentar:

Kisah Abu Nawas mengatakan...

salam sob
sampai kapanpun kita takkan mampu membalas jasa orang tua kita sob
sedari kita masih bernafas mari kita hormati mereka dengan sekuat tenaga

ria haya mengatakan...

jadi pengin mudik ihiikzzz...

Obat Sakit 2011 mengatakan...

semoga kita diberi kekuatan untuk membalas jasanya gan
amiin

Pradisz Wardhana mengatakan...

Hmm.. terimakasih sobat :D artikelnya menarik sekali :D ckckc..

Farixsantips mengatakan...

Thanks ya sharenya :) Aku ingin sekali membahagiakan kedua orang tua :)

Belajar Komputer mengatakan...

Terus mengajar mimpi gan, karena kesuksesan anak, adalah kebahagiaan kedua orang tua, dan jangan lupakan mereka

Internet World mengatakan...

nice post friend...love you Mom.. :)

izza mengatakan...

kasih orang tua sepanjang masa...kasih anak sepanjang jalan...

wahyu mengatakan...

renungan yang berharga.. thx sob :)

bippi mengatakan...

begitu besar jasa kedua orang tua gan, sehingga sampai kita mati pun belum tentu bisa membalasnya

Er'end mengatakan...

Saya hanya bisa bertemu 1 thn - 1kali dgn ortu krn semuanya berada dalam radius yang sangat jauh,tapi komunikasi tiap hari lancar!Sama dengan Riya Haya,jadi pingin mudik nieh!Nice post,salam kompak dari Papua!

wawasan dunia mengatakan...

orang tua adalah bagaikan mutiara yang tak ternilai....seberapa besar kita usaha untuk membalasnya dengan suka duka untuk memberikannya kebahagian itu udah cukup..namun tak sebanding dengan pengorbanan seorang ibu "bertaruhkan nyama demi melahirkan kita" ayah" dengan susah pyah memberi nahkah untuk anaknya"

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sobat
memang benar apapun keadaannya kita harus tetap menjungjung ibu dan berbakti kepada kedua orang tua

sichandra mengatakan...

kasih sayang orang tua emng luar biasa..
gak ada lawannya deh..

Ladida Cafe mengatakan...

kasih sayang orang tua memang sangat besar, tak dapat diganti dgn apa pun, . . . .

Fonega mengatakan...

suatu saat kita hanya bisa mendoakan dalam kuburnya

EX-DOT mengatakan...

Bidadari 1 yang turun dari surga itu lah ibu, semoga ane bisa ngebahagiakan kedua orang tua ane, kelak di hari nanti, amin

oiya maaf nie klw rada oot, sob mohon bantuan +1 ya dibagian site info :)

Kisah Abu Nawas mengatakan...

salam sob
jasa mereka tiada tara

Agriculture Product mengatakan...

mantab postingannyagan,jadi merinding bacanya inget ortu....

Cecep Adi Kustaman mengatakan...

bener banget....kebanyakan kita mlh nyusahin. mudah2an suatu saat saya jug bisa membalasnya walau mungkin g akan setimpal.

Obat Sakit 2011 mengatakan...

sampai kapanpun kita takkan mampu membalasnya gan

Catatan si Boy mengatakan...

cerita yg menggubah sobat,,, keep posting.. :)
kita tdk akan pernah bs membalas jasa Ibu...

aka mengatakan...

Orang tua adalah segalanya....tanpa ridho orang tua..kita bukan apa apa...

wahyu mengatakan...

harta yang paling berharga adalah keluarga :)

REMIX-7 mengatakan...

Jdi Terharu sobat, serba sdikit saya prnah tidak menuruti keinginan orang tua saya,.. saya ingin selalu meminta maaf kepada orang tua saya.

Rezdown7 mengatakan...

gak akan pernah kita bisa membalas jasa orang tua..
walau apapun yang kita telah berikan...
membuatnya bahagia pun itu belum bisa membalas semua jasa org tua :D

DAW-XP mengatakan...

Aku sangat terharu membaca artikel ini. Betapa sedihnya sampai saat ini karena aku anak SMP ini masih belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku. Ya Allah, sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka menyayangi aku. AMIN. :)

BlogS of Hariyanto mengatakan...

tak ada satupun nilai yang ada di dunia yang dapat digunakan sebagai alat hitung penilai jasa kedua orang tua yang luar biasa :)
maka mohon ampunlah segera bila merasa khilaf dan salah kepada mereka, janganlah sesal yang datang ketika kesadaran hadir disaat mereka berdua telah tiada :)
terimakasih kawan sudah berbagi artikel yang menarik ini

Poskan Komentar

Bagi yang Berkunjung dan Berkomentar, Saya mengucapkan banyak Terima Kasih
^-^By Assyafieq^-^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...