3.6.11

Penerimaan Siswa Baru dan Iklan

Biasanya antara bulan Maret - Juni sekolah, perguruan tinggi ataupun lembaga pendidikan tengah melakukan upaya untuk menjaring siswa sesuai yang menjadi target mereka. Dengan berbagai variasi model promosi yang ditawarkan melalui brosur, pamflet, iklan televisi, radio maupun spanduk-spanduk yang tersebar dimana-mana dengan memberikan “citra” yang beragam. PSB pun tidak dapat mengghindari perang spanduk yang semakin hari semakin meramaikan ruang publik reklame di tiap jalan bahkan sampai pelosok. Spanduk yang berisi informasi sistem PSB dari sekolah yang bersangkutan tersebut terkadang dipenuhi janji dan fasilitasi yang harus dibuktikan oleh masyarakat pengguna itu sendiriAda yang menuliskan di spanduk besar, “Sekolah Unggulan Teladan Nasional”, “Kampus Pencetak Profesional”, “Lembaga Unggulan Terbaik Nasional”, “Bekerja Sebelum Wisuda”, “Membuka Kelas Akselerasi”, “Sekolah Bertaraf Internasional”, “Lulus 100% Ujian Nasional”, “Standar Kualitas Pendidikan Nasional”, “Juara Nasional No.1″, bahkan ada beberapa sekolah yang sampai menjanjikan untuk 100 pendaftar diberi seragam , batik, kaos olah raga dan sepatu gratis, bahkan sampai berani ada yang memberi iming iming kepada guru yang mendaftarkan secara kolektif akan diberikan uang kompensasi dan sebagainya. Semua slogan itu untuk menggambarkan bahwa pendidikan di situ hebat, tepat untuk dipilih. Dan umumnya, sebagian besar memang yang paling mendominasi “pagelaran” spanduk dan promosi itu adalah dari pihak penyelenggara pendidikan swasta. Tentu ini hal yang lumrah karena mereka dapat terus bertahan dari jumlah siswa yang ada.Bahkan ada beberapa sekolah sudah mulai secara diam diam menerima siswa dengan dalih rekruitmen siswa lebih selektif, separah itukah dalam mencari siswa baru...? Sekolah sekolah sudah mulai mengatur strategi bagaimana memanfaatkan momentum ini untuk menaikan citra sekolah agar lebih bergensi dan mendapatkan murid yang banyak untuk masa masa mendatang. Sayangnya, penjelasan atas ketidaksesuaian kondisi tersebut baru dilakukan (dijelaskan) setelah orang datang ataupun menikmati sebagian layanan sekolah/lembaga. Dengan berbagai dalih dan “prosedur” yang disampaikan oleh lembaga/sekolah, semua bahasa iklan dalam promosi tersebut dijelaskan dalam bahas para pengelola yang merupakan syarat dan ketentuan dari item iklan yang beredar. Ya, kira-kira persis seperti perang pulsa antar operator telpon selular. Sehingga inilah yang terkadang membuat orang menjadi kecewa. Isi iklan tidak selalu sama dengan kenyataan.

Hal di atas merupakan merupakan sekelumit tradisi dan fenomena rutinitas dalam Penerimaan Siswa Baru Lepas dari benar tidaknya fakta yang dituliskan di dalam iklan promosi masing-masing sekolah, saya menilai itu sah-sah saja dilakukan. Namun, jika tidak sesuai fakta maka akan menjadi bumerang bagi lembaga yang bersangkutan. Itu akan merugikan lembaga tersebut dan masyakarat penggunanya/dilayaninya.

Menurut pandangan saya sebagai orang awam, kalau itu terjadi dunia bisnis mungkin itu bis kita maklumi. Tapi ini terjadi di dunia pendidikan, bidang yang lebih berpihak pada sosial non profit. Dimana sekolah/lembaga pendidikan itu didirikan adalah untuk menjadi wadah dan wahana pembelajaran bagi siapa saja untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga mampu menjadi insan yang mandiri berdasarkan nilai-nilai akhlak yang diyakini dalam agamanya.

Sampai kapan tradisi dan rutinitas dalam penerimaan siswa ini akan terus berlanjut? Tergantung pada kesadaran diri masing-masing guru dan pelaku pendidikan…dimana anda meletakkan hati dan nurani anda ketika mengelola siswa dan lembaga/sekolah anda…??? Hanya Tuhan dan anda-lah yang tahu.

22 komentar:

Belajar Komputer mengatakan...

btul sekali gan, sekarang para lembaga pendidikan melakukan promosi lembaganya dengan berbagai cara, biasanya mendatangi sekolah-sekolah untuk promosi lembaga mereka :)nice post gan

assyafieq mengatakan...

@Belajar Komputerterima kasih banyak..

Internet mengatakan...

nice post friend...success for you

assyafieq mengatakan...

@Internetthanks..

sichandra mengatakan...

mantaap dah kalau beasiswa menyebar

Ladida Cafe mengatakan...

biasanya memang untuk menarik perhatian dilakukan trik nakal oleh kebanyakan sekolah, hehee

tapi yaa memang seperti itu mas, . korbannya adalah anak krn pemaksaaan orang tua utk mengejar "gelar" di masyarakat, padahal orang tua itu belum tentu paham betul akan adanya trik ini , hehee

ichsan afriadi mengatakan...

bener mas, kebanyakan lembaga pendidikan tidak sesuai dengan yang ia iklankan :I

Obat Sakit 2011 mengatakan...

hiya pendaftaran baru para orang tua tentu banyak pengeluaran gan ya hehe

EX-DOT mengatakan...

iklan sekolah udah hampir sama dengan iklan pemilihan dpr aja sob,

selogannya sih iya bikin orang awam kepingin masuk yang janjinya "wah", tapi kenyataanya,,

Karyaku UMY mengatakan...

di dinia perkuliahan khususnya negeri banyak banget yng memakai "mau ambil berapa puluh juta buat uang sumbangannya?" ... beuhh ajiib kannn?

computer trick mengatakan...

ini merupakan rutinitas yang terjadi setiap tahunnya kawan , untung saya sudah tak lagi sekolah , kuliah juga udah masuk :D jadi tenang dah kawan :D

Obat Sakit 2011 mengatakan...

benar ini sudah menjadi rutin tiap tahun ada pendaftaran baru

Thanjawa Arif mengatakan...

disatu pihak masyarakat butuh pendidikan yang kapasitas pendidikan negeri (khusus PT) terbatas apalagi sekarang negeripun sudah berbasis badan hukum, penerimaan MABAnya ambil sebanyak-banyaknya, akhirnya swasta tidak kebagian hal itulah bisa memicu persaingan yang tidak sehat, siapa yang salah?

Rezdown7 mengatakan...

betul banget gan...
mnrut saya sih promosi bolh2 aja n mgkn sangat bagus,tp iklaxx yg real n jgn berlbihan carax

Obat Sakit 2011 mengatakan...

iklan penerimaan sangat banyak dan ada dimana mana

seurune mengatakan...

yang penting jangan ikut2an aja gan,, hehehhe

ria haya mengatakan...

Jaman bisnis, semua dibisniskan. Padahal pendidikan yang baik adalah salah satu modal dasar menjadi bangsa yang maju, beradab, dan bermoral bukan? Generasi seperti apakah yang ingin dihasilkan dari istitusi pendidikan yang menggunakan cara-cara seperti di atas? hmmmm

Berry Hardisakha mengatakan...

nice....
:)

izza mengatakan...

mungkin udah jamannya sob...

WONG JAWA mengatakan...

Datang berkunjung, menunggu follow anda di http://majapahit1478.blogspot.com

Cecep Adi Kustaman mengatakan...

manajemen pemasaran yang dipadukan dengan manajemen pendidikan.

digital boy mengatakan...

Setuju dech dengan pendapatnya n keep your brilliant post.

Poskan Komentar

Bagi yang Berkunjung dan Berkomentar, Saya mengucapkan banyak Terima Kasih
^-^By Assyafieq^-^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...