Akhir akhir ini dunia hukum dan peradilan kembali dihebohkan oleh hadirnya sosok karni yang merupakan joki narapidana yang tertangkap di Lembaga Pemasyarakatan (LP). Modus yang relatif termasuk baru ini menunjukkan bahwa seseorang terpidana dapat bebas hanya membayar 10 juta kepada orang lain untuk menggantikannya masuk penjara.
Karni adalah seorang warga Dusun Kalipang, Desa Leran, Kecamatan Kali Tidu yang terjerat hutang dan rela meringkuk di dalam lapas, setelah dijanjikan akan diberikan imbalan uang sebesar sepuluh juta rupiah, oleh Kasiyem, warga Desa Kali Anyar, Kecamatan Kapas, yang merupakan terpidana kasus penyelewengan pupuk bersubsidi.Karni mengaku, saat itu dirinya ditawari oleh seseorang untuk menggantikan posisi Kasiyem yang mendapatkan vonis hukuman penjara selama tiga bulan, lima belas hari. Angga menjanjikan bayaran 10 juta rupiah, untuk menjadi pengganti tahanan Kasiyem.
Kebobrokan penegakan hukum di Bojonegoro, Jawa Timur terungkap ketika seorang pengusaha pupuk yang telah divonis penjara dalam dua perkara pupuk masing-masing 3,5 bulan dapat berkeliaran menghirup udara bebas. Terpidana Kasiyem membayar orang lain untuk menggantikan hukumannya di dalam lembaga permasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Kasiyem pengusaha pupuk asal Desa Kalianyar Kecamatan Kapas seharusnya mendekam di Lapas Kelas IIA Bojonegoro sejak 27 Desember lalu. Namun dia menyewa orang menggantikan perannya menjadi tahanan lapas degan menjanjikan bayaran Rp10 juta.
Ternyat joki bukan hanya terjadi pada saat test cpns dan test umptn saja tapi sekarang nongol modus baru joki tahanan..wah tambah parah nih..seperti sepenggal lirik sebuah nyanyian yang populerkan oleh armada “ mau di bawa kemana dunia hukum kita….”
Dari berbagai sumber

di penjara masih ada aja jokinya,, hem,,,
BalasHapusWah ada ada saja nieh ...
BalasHapusBerita baru nih ?
BalasHapusyg kaya gini cuma ada di Indonesia Sob.. parah tenan pokok'e...
BalasHapusunik banget ya Gan...hohoho...nice info Gan,..keep posting :)
BalasHapusya sekarang dunia makin aneh bin ajaib... sampe ke penjara en keluar penjara pn ada yang mau nge-jokiin :(
BalasHapuswah, hukum kita lucu ya sob?
BalasHapusdengan uang bisa habis perkara.
itulah indonesia he he...
BalasHapusjadi joki napi ketahuan, jadi dihukum penjara 2 kali, rugi dong :D
BalasHapuswalah , kok bisa2nya ada joki buat napi . ,
BalasHapussalam sob
BalasHapusgak mau ah jadi joki napi
TErnyata joki ini tidak hanya dalam UAS, balapan kuda, ... namun dalam dunia peradilan juga ada ... wahhh parahh ..
BalasHapusnamanya juga Indonesia , jadi harap maklum kalau ada hal-hal seperti ini . hahaha..
BalasHapuskapan yaa Hukum di Indonesia bisa berjalan dengan baik...
ya ini lah HUKUM di negri kita...
BalasHapusjadi jangan pada kaget ...
haha hha...
semoga kita gak pernah beruurusan dengan hukum dan selelu berbuat baik..
Semakin memprihatinkan ya... kalau begini jadinya maka semakin rusaklah..
BalasHapusKeadilan, kebenaran ingin ditegakkan tapi yang diberi kepercayaan malah ngambil kesempatan menebalkan kantongnya.. Mungkin masih ada sebagian yang benar kerjanya, dan semoga mereka yang benar itulah yang akan terus ada di tempat itu....untuk membatu negara ini keluar dari ketidakwajaran ini
assalamualaikum salam kenal.
BalasHapuswah napi pun sekarang sudah ada jokinya ya? seperti buat main2 hukum negara kita.
salam sob
BalasHapusjoki napi akan cepat kaya sob hehe
Parah2.... Dipenjara aja pake Joki ya Sob... aku juga udah liat berita nie bulan lalu... Huh... itulah efek kebutuhan, karena si Joki juga butuh uang untuk biaya hidup jadi apapun dia lakukan termasuk jadi joki Napi...
BalasHapusNegri ini sepertinya sudah kalap, tinggal nunggu digulung.
BalasHapusindonesia, indonesia... gimana nih kehidupan masa depan kalau kayak gini
BalasHapusdunia-dunia.... semua ada jokinya, makin semrawut aja neh...
BalasHapusastaga, ada juga yah joki napi. Terlepas dari emang ada supply and demand, pastinya tuh joki juga butuh duit.
BalasHapusnggak tau bakal jadi apa ni negara kalo begituan mah.
Berkunjung lagi di sini bos.. belum ada yang baru nih? :)
BalasHapussalam sob
BalasHapusjangan jadi joki napi lagi lo dosa...